139.99.16.15/988bet.biz/ – Danau Limboto merupakan danau besar di Kabupaten Gorontalo dengan luas mencapai 3.000 hektar dan merupakan muara dari 5 sungai besar, yaitu Sungai Bone Bolango, Sungai AlO, Sungai Daenaa, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Pada era 1950-an, Danau Limboto memiliki kedalaman hingga 27 meter, namun, saat ini kedalamannya hanya 7-8 meter saja. Ini yang membuat Danau Limboto tidak seperti danau yang dibuat seperti kolam alami.

Danau Limboto memiliki bentuk permukaan berlumpur. Meskipun demikian, di tengah-tengah danau ini, Anda dapat melihat berbagai flora air tawar yang tumbuh di permukaannya, seperti enceng gondok, gelagah, dan bunga teratai. Di danau ini, Anda dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti memancing via berperahu.

Pada suatu kompilasi, air laut surut, jadi kawasan itu berubah menjadi daratan. Tak beberapa lama kemudian, kawasan itu berubah menjadi hamparan hutan yang sangat luas. Di beberapa tempat masih terlihat ada air laut tergenang, dan di beberapa tempat lain muncul beberapa mata air tawar, yang kemudian membentuk genangan air tawar. Salah satu di antara mata air ini mengeluarkan udara yang sangat jernih dan sejuk. Mata air yang berada di tengah-tengah hutan dan jarang dijamah oleh manusia tersebut disebut Mata Air Tupalo. Tempat ini sering didatangi oleh tujuh bidadari bersaudara dari Kahyangan untuk mandi dan bermain sembur-semburan udara.

Pada suatu hari, kompilasi ketujuh bidadari ini sedang mandi dan bersendau gurau di sekitar mata air Tupalo tersebut, seorang pemuda tampan bernama Jilumoto melintas di tempat itu. Jilumoto dalam bahasa lokal berarti seorang penduduk kahyangan mengunjungi bumi dengan menjelma menjadi manusia. Melihat ketujuh bidadari tersebut, Jilumoto segera bersembunyi di balik pohon besar. Dari balik pohon itu, ia memerhatikan ketujuh bidadari yang sedang asyik mandi sampai balik tidak berubah sedikitpun.