Sebaiknya para pemain berkumpul dulu untuk melihat apakah timnya menang. Pada saat ini, sebaiknya tidak usah menyesali kalah atau kekalahan yang terjadi. Pujilah hal-hal yang baik saja, tanpa perlu mengungkit-ungkit kesalahan secara berlebihan.

Coach hendaknya bersikap “Kita menang atau kalah”, bukan kau yang berhasil melakukannya atau”saya yang berhasil”. Sejumlah permainan, terutama jika hampir kalah atau memang sudah kalah sebaiknya ditunda dulu membicarakannya. Tunggulah satu dua hari, baru mulai melakukan analisis panjang lebar. Dalam hal ini, hendaknya objektivitas selalu dipegang teguh.

Bagaimanapun, tidak mungkin bagi suatu tim untuk menang terus menerus atau kalah terus-menerus dan pembicaraan setelah pertandingan merupakan faktor penting. Coach harus melakukan kontak dengan setiap pemain secara individual untuk meninggikan moral pemain yang kebetulan bermain jelek dan memulihka kepercayaan mereka pada dirinya kembali. Tentu coach tidak boleh lupa mengucapkan selamat dan pujian pada anak buahnya yang sudah bermain baik. Nah, inilah waktu di mana pepatah ‘Silence is gold’ sama sekali tidak berlaku lagi.(RdL)